Riset UGM: Rosella-Bekatul Beras Hitam Turunkan Kolesterol 68%

 Riset UGM: Rosella-Bekatul Beras Hitam Turunkan Kolesterol 68%

Ilustrasi riset ekstrak rosella dan bekatul beras hitam untuk turunkan kolesterol. (dok. UGM)

SURABAYA – BQ | Ekstrak bunga Rosela dan bekatul beras hitam efektif untuk menurunkan kolesterol. Hal itu ditemukan oleh sekolompok mahasiswa Universitas Gadjah Mada (UGM) dalam risetnya. Campuran ekstrak tersebut diformulasikan dalam sediaan serbuk sehingga mudah dikonsumsi.

Penelitian ini diajukan dalam Program Kreativitas Mahasiswa bidang Penelitian Riset Eksakta (PKM-RE) UGM dan mendapat pendanaan dari Kemendikbudristek RI.

Anggota tim PKM-RE UGM terdiri atas Anggi Abdillah Surya Amni dan Khoirun Nafisah dari jurusan Kimia, 2022. Kemudian, Anes Arjuni dan Luna Azahara dari Teknologi Pangan dan Hasil Pertanian, 2022. Terakhir, Rani Mutiara dri Kedokteran, 2023. Tim ini didampingi Wahyu Dwi Saputra, S.T.P., M.Agr.Sc., Ph.D, dosen Departemen Teknologi Pangan dan Hasil Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian, UGM.

Anggi Abdillah Surya Amni mengatakan, penelitian ini dilatarbelakangi tingginya bahaya kolesterol bagi kesehatan masyarakat. “Kami ingin menemukan solusi yang alami dan mudah diakses oleh masyarakat untuk mengatasi masalah ini”, terang Anggi dilansir dari laman UGM, Rabu (31/7/2024).

Anggi Abdillah mengungkapkan tren saat ini menunjukkan masyarakat memiliki ketertarikan pada pola hidup sehat, dan mendorong banyak orang beralih ke beras hitam. Hasil gilingan beras ini berupa bekatul dengan kandungan pengikat kolesterol belum dimanfaatkan secara optimal.

“Hal inilah yang mendorong kami untuk menciptakan inovasi pemanfaatan bekatul beras hitam dengan mencampur ekstraknya bersama bunga rosella,” terangnya.

Kandungan Bekatul Beras Hitam

Khoirun Nafisah, salah satu anggota tim peneliti menambahkan Bekatul Beras Hitam mengandung senyawa bioaktif yang lebih banyak dibandingkan beras merah maupun putih. Bekatul memiliki senyawa metabolit sekunder berupa karotenoid, fenolik, tanin, saponin, alkaloid serta senyawa flavonoid.

Sementara Rosella memiliki memiliki potensi sebagai pengikat kolesterol, antioksidan, antidiabetes, antiinflamasi, dan antihipertensi. Itu karena rosella mengandung komponen fitokimia seperti polifenol, alkaloid, flavonoid, saponin, dan tannin.

“Kami memilih bekatul beras hitam karena kandungan senyawa bioaktifnya yang tinggi. Ditambah dengan ekstrak rosella. Kami berharap bisa menciptakan formula yang efektif untuk menurunkan kolesterol,” paparnya.

Dalam melakukan penelitian ini, Anes Arjuni menjelaskan, proses pembuatan formulasi untuk masing-masing ekstrak serta campuran ekstrak rosella dan bekatul dengan berbagai perbandingan. Selanjutnya dilakukan analisis senyawa bioaktif, penurunan kadar kolesterol, dan uji sifat fisikokimia sampel.

Bisa Turunkan Kolesterol 68 Persen

Diperoleh bahwa campuran ekstrak rosella dan bekatul beras hitam dapat menurunkan kadar kolesterol hingga 68,39±0,26 persen. Dengan kandungan total antosianin, total fenolik, dan total flavonoid yang cukup tinggi serta kualitas serbuk yang baik berdasarkan uji sifat fisikokimia.

“Hasil penelitian kami menunjukkan potensi besar dalam menurunkan kolesterol dengan bahan alami,” jelas Anes Arjuni.

Bagi Luna Azahara dengan penemuan ini membuka peluang besar untuk memanfaatkan bahan alami dalam mengatasi masalah kolesterol tinggi. Dengan formulasi serbuk yang mudah dikonsumsi, diharapkan adanya pengembangan lebih lanjut terhadap produk formulasi minuman serbuk tersebut.

“Dengan semangat inovasi dan kolaborasi, kami berharap temuan ini dapat memberikan dampak positif bagi kesehatan masyarakat Indonesia,” ucapnya.

Temuan tersebut bisa menjadi solusi atas maraknya gangguan jantung dan stroke yang dipicu kebiasaan mengonsumsi makanan yang berminyak dan berlemak. Menurut Survei Kesehatan Indonesia tahun 2023 dan Riset Kesehatan Dasar 2018, frekuensi konsumsi makanan berlemak masyarakat Indonesia meningkat signifikan. Yaitu, dari 41,7 persen menjadi 50,4 persen, seiring dengan peningkatan prevalensi kolesterol total tinggi. hkm

Baca juga: Riset Mahasiswa UGM, Biji Asam Antiracun Gigitan Ular

BinaQolam

Related post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *