Nia, Anak Buruh Tani Aceh Gratis Kuliah Teknik Nuklir UGM

 Nia, Anak Buruh Tani Aceh Gratis Kuliah Teknik Nuklir UGM

Arnia Fatmawati Mirsanda dan ayahnya, Arman. (dok. UGM)

SURABAYA – BQ | Arnia Fatmawati Mirsanda (17 tahun) sungguh tak menyangka bisa kuliah di Universitas Gadjah Mada (UGM). Program studi (Prodi) yang dia ambil juga tak main-main, S1 Teknik Nuklir. Apalagi dia menjadi penerima Uang Kuliah Tunggal Pendidikan Unggul bersubsidi 100% (UKT 0) selama kuliah sampai lulus.

“Masih tidak menyangka bisa diterima di UGM. Apalagi SMA saya dulu bukan termasuk jajaran top 1.000 sekolah terbaik di Indonesia,” ucap Nia, lulusan SMA Negeri 1 Aceh Barat Daya ini, dilansir dari laman UGM, Rabu (31/7/2024).

Nia diterima di Teknik Nuklir, Fakultas Teknik, melalui jalur Seleksi Nasional Berdasar Prestasi (SNBP). Pilihannya ke UGM tidaklah mudah karena harus melalui perdebatan dengan sang ayah tercinta. “Karena ayah tidak mau saya putus kuliah di tengah jalan, ayah lebih memilih saya kuliah di Aceh saja,” dia bercerita.

Beasiswa yang ia peroleh semakin mengobarkan semangatnya untuk lulus kuliah tepat waktu. Meskipun kuliah di Teknik Nuklir terhitung anti-mainstream bagi sebagian orang awam.

“Banyak yang berpikir kalau nuklir itu tidak baik, padahal penggunaan teknologi nuklir itu luas sekali. Mulai dari pembangkit daya, radiasi dalam dunia industri, hingga radiologi klinik untuk diagnosa medis,” tutur Nia.

Keinginannya untuk memperdalam ilmu nuklir bermula dari hobi membaca yang ia tekuni semenjak SD. Dan, ia mulai terpapar dengan banyak informasi terkait nuklir semenjak SMA. Dia pun berdoa agar bisa bekerja di Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN). Atau industri lain yang terkait dengan teknik nuklir untuk memajukan teknologi nuklir di Indonesia.

Penghasilan Ayah Rp700.000-Rp1 Juta

Nia merupakan anak buruh tani yang tinggal di Desa Lhang, Kecamatan Setia, Kabupaten Aceh Barat Daya, Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam. Ayahnya, Arman (45 tahun), hanyalah tamatan SMP. Bekerja sebagai buruh tani harian lepas yang menggarap lahan sawah orang lain.

Sedangkan ibunya, Muasiah (43 tahun), adalah Ibu Rumah Tangga yang terkadang membantu suaminya jika ada panggilan kerja. “Penghasilan tiap bulan tidak menentu, terkadang 700ribu, bisa sampai satu juta kalau sedang banyak yang butuh tenaga buruh,” ujar Arman.

Untuk menutupi kebutuhan rumah tangga, Arman juga bekerja sebagai buruh bangunan jika sedang tidak pergi ke ladang. Dari pekerjaan tidak tetap inilah, Arman memenuhi kebutuhan sekolah bagi kedua anaknya.

Beruntung bagi Arman, Nia anak sulungnya memiliki prestasi akademik dan non-akademik yang baik di sekolah.  Selain pernah menjabat sebagai Ketua OSIS, Nia juga pernah terpilih menjadi Duta Pelajar Kamtibmas se-Kabupaten Aceh Barat Daya. Nia juga menjuarai Lomba Desain Poster FLS2N tingkat Kabupaten.

“Tadinya saya tidak yakin kalau Nia bisa kuliah di UGM. Selain keterbatasan ekonomi, saya tidak bisa membayangkan kalau dia merantau ke Pulau Jawa sendirian. Kami tidak punya sanak saudara dan kenalan di Jogja,” ungkap Arman.

Baca juga: Damar, Anak Tukang Bengkel Gratis Kuliah Kedokteran UGM

Melunak setelah Nia Kuliah Gratis

Kini, dengan adanya kepastian beasiswa, Arman pun mulai melunak. Dia mendoakan Arnia bisa menjalani kuliah dengan baik dan lulus tepat waktu. Ia pun mengikuti kegiatan Temu Orang Tua Mahasiswa Baru Program Sarjana dan Sarjana Terapan Tahun Akademik 2024/2025 di Grha Sabha Pramana pada Senin (29/7/2024) lalu.

“Ternyata ada banyak mahasiswa baru yang dapat beasiswa seperti Nia. Terima kasih UGM sudah memberikan kesempatan ke anak-anak tidak mampu ini untuk bisa melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi,” ucapnya penuh syukur.

Sama seperti mahasiswa penerima UKT Pendidikan Unggul bersubsidi 100% (UKT 0) lainnya, Nia akan dibebaskan dari biaya pendidikan selama kuliah.

Nia kini menjadi salah satu dari 10.678 mahasiswa baru yang diterima di UGM pada tahun 2024 dan wajib mengikuti kegiatan PIONIR sebelum kegiatan perkuliahan dimulai. PIONIR Gadjah Mada merupakan kegiatan pembelajaran, pengenalan, penggalian potensi, dan orientasi mahasiswa baru. Kegiatan ini akan berlangsung hingga 3 Agustus 2024. hkm

Baca juga: Zaky, Si Anak Pedagang Plastik Peraih IPK 3,99 Teknik Metalurgi ITB

BinaQolam

Related post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *