Ada Apa dengan Kopyor? Ini Riset Mahasiswa Osaka University
Sajian kelapa kopyor (sumber: orami.co.id)
SURABAYA– BQ | Kalau Filipina memiliki Macapuno dan Thailand punya Curd Coconut. Indonesia punya kopyor, kelapa dengan karakteristik unik. Nah, kopyor telah diteliti oleh mahasiswa doktoral Osaka University, Jepang.
Dia adalah Mercy Bientri Yunindanova SP MSi yang juga dosen Fakultas Pertanian (FP) Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta. Mercy berhasil mengungkap rahasia di balik kopyor dan mempublikannya di Journal of Bioscience and Bioengineering (Biosains dan Bioteknologi) tahun ini.
Jurnal Biosains dan Bioteknologi adalah jurnal imliah bulanan berbasis di Universitas Kyushu, Jepang. Didirikan pada 1923, jurnal ini diterbitkan oleh The Society for Biotechnology, Jepang. Didistribusikan ke luar Jepang oleh Elsevier, sebuah perusahaan penerbitan akademik asal Belanda yang fokus pada konten ilmiah, teknis, dan kesehatan.
Lantas, ada apa dengan kopyor? Menurut Mercy, kopyor memiliki karakter yang unik dan hanya ada di Indonesia. Dia ingin membuat kopyor lebih dikenal dunia. Risetnya tentang kopyor dibimbing Prof Eiichiro Fukusaki (Osaka University) serta Dr Sastia Prama Putri dan Prof Henky Novarianto (UNS).
Mercy juga bekerja sama dengan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Indonesia. Risetnya didanai oleh biaya riset dari Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP). Sedangkan sampel kopyor didapatkan melalui kerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Pati, Jawa Tengah, bersama petani kopyor di Pati.
“Kopyor merupakan kelapa dengan karakteristik unik dari Indonesia, salah satu penghasil kelapa terbesar di dunia. Di dunia, terdapat kelapa unik di antaranya Macapuno dari Fhilipina serta Curd Coconut dari Thailand,” katanya dikutip dari laman UNS, Sabtu (3/8/2024).

Daging Buah Kopyor Tebal Bertekstur Lembut
Kopyor merupakan kelapa dengan endosperma atau daging buah yang bertekstur lembut yang berbeda dibandingkan kelapa pada umumnya. Meskipun buah ini merupakan salah satu kelapa paling populer di dunia, masih sedikit penelitian tentang sifat-sifatnya. Termasuk atribut sensori dan profil metabolitnya.
Mercy meneliti karakteristik kopyor menggunakan evaluasi sensori, pendekatan metabolomik, dan analisis multivariat. Evaluasi sensori adalah pengujian untuk menentukan sifat sensori buah kopyor berupa rasa (taste), flavor, aroma, after-taste, mouthfeel, tekstur, dan warna baik air maupun daging buah kopyor.
Analisis metabolomics adalah identifikasi metabolit (senyawa dalam sampel biologi) termasuk tumbuhan dan buah secara komprehensif yang dilakukan oleh instrumen tertentu misalnya GC-MS (Gas Chromatography Mass Spectrometry) dan LC-MS (Liquid Chromatography Mass Spectrometry) dan melibatkan analisis multivariat.
Baca juga: Mahasiswa UNS Ciptakan Alat Pendeteksi Emosi Anak Autis
Di Balik Rasa Kopyor yang Unik
Hasil penelitian menunjukkan bahwa kopyor memiliki karakteristik yang membedakannya dari kelapa tua dan muda normal. Air dan daging buah kopyor memiliki rasa yang lebih kompleks dibandingkan air dan daging kelapa normal muda dan tua.
Penelitian ini menganalisis atribut sensori kopyor dan metabolomics untuk kali pertamanya. Analisis metabolomics menunjukkan bahwa kopyor mengandung lebih banyak jenis metabolit. Di antaranya lebih tinggi variasi asam amino, asam organik, serta gula daripada kelapa normal pada usia yang sama.
“Berdasarkan analisis diferensial dan regresi ortogonal, air kopyor dicirikan oleh akumulasi senyawa yang berhubungan dengan rasa, seperti asam amino dan asam organik, yang berkontribusi pada kompleksitas sensorinya,” ujar Mercy.
Hasil penelitian Mercy menunjukkan bahwa potensi besar kopyor sebagai sumber pangan fungsional yang mendukung keberlanjutan industri kelapa Indonesia. Selain itu, hasil risetnya juga dapat menjadi rujukan bagi riset kelapa unik di dunia lainnya.
Hasil penelitiannya juga telah dipublikasikan pada Journal of Bioscience and Bioengineering di tahun 2024 dengan judul Characteristics of kopyor coconut (Cocos nucifera L.) using sensory analysis and metabolomics-based approach. hkm
Baca juga: Riset UGM: Rosella-Bekatul Beras Hitam Turunkan Kolesterol 68%

