Konferensi Internasional The Digital Universities Asia Jadi Momentum Pengembangan Digital Education di Indonesia
Pembukaan konferensi internasional The Digital Universities Asia 2024 di Nusa Dua, Selasa (2/7). (Foto: Media Indonesia)
NUSA DUA — Dunia pendidikan nasional berkesempatan menimba ilmu di dalam digital education. Universitas Indonesia (UI) ditunjuk jadi tuan rumah konferensi internasional The Digital Universities Asia 2024 di Nusa Dua, Bali.
Konferensi yang bertema Inclusive Education for the Digital Age, konferensi ini dihadiri dosen-dosen dari berbagai kampus di Indonesia dan negara-negara Asia. Bukan hanya itu, hadir pula pemangku kepentingan lainnya di Indonesia.
Dirjen Ristekdikti Prof Rer Nat Abdul Haris menganggap konferensi ini bermuara pada pengembangan digital education di tanah air. ’’Ajang ini pun jadi bagian kerja sama di bidang pendidikan untuk mencapai high education,’’ katanya, seperti dikutip di laman Media Indonesia.
Digital education, tutur Abdul Haris, penting untuk Indonesia yang memiliki total 10 juta mahasiswa tersebar di 4 ribu perguruan tinggi negeri atau swasta. Digitalisasi di dunia pendidikan terasa penting dengan Indonesia sebagai negara kepulauan terbesar di dunia.
Saat ini, hanya 40 persen lulusan SMA atau SMK yang melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi. Akses pendidikan jadi yang paling dominan. Dengan keterbatasan dari infrastruktur dan locus perguruan tinggi, digitalisasi pendidikan tinggi jadi solusinya.
Meskipun begitu, tidak mudah untuk merealisasikannya. Staf Ahli Menkominfo R. Wijaya Kusumawardana menyebut, ada tiga tantangan yang harus dihadapi perguruan tinggi di Indonesia untuk mencapai digitalisasi pendidikan tersebut.
Antara lain: aksesibilitas (accesibility), personel (personal), dan keterkaitannya di dunia kerja (engagement). Dari digitalisasi pendidikan ini yang nantinya berpeluang membuka peluang pada market. Terutama kebutuhan pasar.
’’Digital education ini harus menjadi pasar digital yang baru di Indonesia,’’ harap Kusumawardana. Menkominfo pun tidak tinggal diam dalam usahanya menggenjot dari sektor digital education di Indonesia.
Salah satunya dengan mendukung digitalisasi pendidikan yang sudah dilakukan oleh Kemenristekdikti (Kemendikbud Ristek). Tujuannya supaya pendidikan tinggi yang ada di Indonesia menghasilkan lulusan berkualitas dan mampu menguasai pasar kerja.
Pembangunan infrastruktur internet bagi masyarakat umum juga semakin masif digenjot di masyarakat. Saat ini, hampir 80 persen wilayah Indonesia sudah mempunyai akses internet.
Termasuk dengan pembangunan BTS (Base Transceiver Station), memanfaatkan satelit dan kabel optik terus dimaksimalkan. ’’Harapannya, agar seluruh wilayah negara Indonesia, bisa mengakses internet. Bahkan pulau terluar dan terpencil sekalipun,’’ kata Kusumawardana. (YMP)
Baca juga: Pendidikan Kini Jadi Kebutuhan Pokok Selain Sandang Pangan Papan

