6 Kebutuhan Dasar Manusia | Nomor 5 dan 6 Jarang Dipenuhi

 6 Kebutuhan Dasar Manusia | Nomor 5 dan 6 Jarang Dipenuhi

Ada 6 kebutuhan dasar manusia. Walaupun jumlah ini masih bisa ditambah namun yang pokok ada enam.

Kebutuhan hidup manusia selalu berkembang dari waktu ke waktu. Apalagi di zaman modern ini kemudian memunculkan kemudahan yang pada hakikatnya memunculkan kebutuhan baru.

Sebelum zaman modern, kebutuhan dasar manusia hanya sandang (pakaian), pangan (makan minum) dan papan (tempat tinggal). Inilah tiga dari 6 kebutuhan dasar manusia.

Dulu sebelum maraknya perangkat telekomunikasi, orang hanya menggunakan surat. Media komunikasi ini harus diantar langsung ke alamat tujuan. Itulah peran petugas pos yakni mengantar surat.

6 Kebutuhan Dasar Manusia, Dulu Hanya Sandang, Pangan & Papan

Jauh sebelum ada media tulis, manusia harus mengutus orang lain untuk menyampaikan pesan dari satu tempat ke tempat lain. Dan ini bisa membutuhkan waktu berhari-hari atau bahkan berbulan-bulan. Seperti pada masa hidup Nabi Muhammad saw.

Pada masa itu, Rasulullah saw mengutus seseorang untuk menyampaikan pesan ke perkampungan lain atau bahkan ke kota lain. Ini dilakukan Nabi saw ketika menjalankan misi dakwah.

Namun setelah ada teknologi komunikasi, muncullah perangkat modern seperti telegraf dan telegram. Isinya pesan singkat. Orang Indonesia menyebutnya pesan kawat. Sebelum menggunakan huruf latin, media ini masih menggunakan sandi Morse.

Kebutuhan Dasar Manusia Nomor 4 Adalah Komunikasi

Dalam perkerkembangan waktu, perangkat telepon digunakan untuk komunikasi yang lebih jauh dan lebih efektif. Awalnya masih telepon kabel. Kemudian berkembang menjadi telepon nirkabel seperti sekarang ini.

Media komunikasi makin masif dengan munculnya jaringan internet nirkabel. Dan kebutuhan komunikasi ini pun saat ini ditopang saluran internet dan saluran nirkabel.

Tiap orang membutuhkan komunikasi dengan orang lainnya. Semua orang membutuhkan perangkat komunikasi.

Masing-masing menggunakan telepon seluler sebagai media komunikasi. Baik pekerja maupun ibu rumah tangga. Baik orang dewasa maupun pelajar. Tiap orang menggunakan ponsel untuk komunikasi.

Jika dahulu sandang, pangan, papan menjadi kebutuhan pokok, kini bertambah lagi kebutuhan pokok manusia modern: yakni alat komunikasi (telepon). Inilah salah satu dari 6 kebutuhan dasar manusia.   

Kebutuhan Dasar Manusia Nomor 5 Adalah mendapat pendidikan dari guru yang baik

Namun jangan lupa ada kebutuhan pokok justru lebih utama daripada telepon, yaitu kebutuhan sekolah yang baik.

Di abad 21 ini, nyaris tidak ada anak yang tidak bersekolah. Kini hampir tidak ditemukan lagi orang yang buta huruf. Minimal bisa membaca, menulis dan berhitung (calistung). Pendidikan yang baik menjadi bagian dari 6 kebutuhan dasar manusia

Di Indonesia, sejak era resformasi 1998, telah dicanangkan wajib pendidikan hingga 9 tahun. Artinya minimal setiap anak Indonesia wajib bersekolah hingga jenjang SMP. Jika pada masa Orde Baru, pemerintah mewajibkan pendidikan enam tahun (wajib SD).   

Kini setiap pasutri di Indonesia membelanjakan penghasilan mereka untuk mencukupi sandang (pakaian), pangan (asupan), papan (tempat tinggal) dan biaya sekolah untuk putra-putrinya. Dan tiap orangtua berharap bisa menempatkan sekolah yang baik untuk buah hatinya.

Guru Yang Bagus Adalah Kebutuhan Dasar Manusia, Mengapa?

Sekolah yang baik menjadi hajat hidup mendasar tiap warga negara. Karena dengan pendidikan yang bermutu baik, setiap warga negara akan mampu berdikari, mandiri, berdiri di atas kakinya sendiri, tidak bergantung pada pemberian pihak lain dan bahkan dia menjadi kebanggaan bagi keluarga dan masyarakat sekitarnya.

Jika sekolah yang bermutu itu menjadi kebutuhan pokok, maka ketersediaan guru yang cakap menjadi hajat tiap pelajar di Indonesia. Apa jadinya wajah negeri ini bila guru-guru yang tersedia justru guru yang berkualifikasi rendah?

Seperti apa masa depan bangsa ini jika korps guru malah berasal dari SDM yang tidak berkompeten? Bukankah peradaban suatu kaum ditentukan oleh kualitas guru dan para pendidiknya? Bagaimana jika SDM bagus enggan jadi guru?

Tentu para orangtua menginginkan guru-guru terbaik bagi anak-anaknya. Dari sini kita bisa simpulkan, bahwa kecukupan guru yang berkualifikasi bagus itu kebutuhan pokok tiap keluarga di negeri ini. Kecukupan guru yang baik menjadi salah satu dari 6 kebutuhan dasar manusia.          

Agar Guru Bagus Dirasakan Si Miskin & Si Kaya Sekaligus

Dengan ketersediaan guru yang terstandar dan berkompeten akan menjadi memenuhi hajat hidup tiap keluarga di negeri ini. Ini menjadi kebutuhan pokok, baik bagi keluarga ekonomi maupun keluarga ekonomi bawah.

Agar tidak ada kesenjangan yang mencolok, bahwa guru ahli dan sekolah bagus hanya untuk keluarga kaya saja. Bahwa keluarga lapis bawah pun sangat berharap mendapat guru yang bagus untuk anak-anaknya agar mereka bisa meningkatkan garis kehidupannya kelak.

Supaya anak-anak dari keluarga miskin nantinya naik tingkat dan menjadi lebih baik penghidupannya dengan bersekolah yang baik lalu dibimbing guru yang mumpuni dengan biaya sekolah yang terjangkau.

Karena anak cerdas tidak hanya berasal dari keluarga kaya saya, bisa jadi anak cemerlang dari keluarga miskin. Karena anak cerdas itu dipengaruhi dari faktor genetik/keturunan, tak pandang kaya atau miskin ayah ibunya. 

Inilah Wujud Nyata Dari Sila Kelima, Bukan Hanya Slogan

Maka kesempatan yang sama harus diberikan kepada semua lapisan masyarakat. Maka ketercukupan guru yang ahli menjadi kebutuhan pokok setiap keluarga di Tanah Air ini. 

Bahkan kalau perlu sekolah bagus dengan guru yang ahli itu bebas biaya terkhusus bagi keluarga yang tidak mampu. Bukankah ini wujud dari sila kelima: Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia?

Dan salah satu wujud nyata sila ke-5 adalah guru yang baik untuk setiap pelajar Indonesia, tidak memandang tingkat ekonomi ayah-ibu atau walinya.  

6 Kebutuhan Dasar Manusia, Nomor 6 Sering Diabaikan

Justru kebutuhan dasar manusia untuk mengenal Tuhan yang hakiki itu harusnya pertama dan paling utama. Karena misi manusia di bumi ini adalah menyembah Tuhan yang Esa.

Mengenal dan beribadah dengan cara paling benar adalah kebutuhan dasar manusia yang hakiki. Apa artinya kaya raya dan menjadi tenar jika tidak mengenal Tuhan yang sejati?

Tanpa beribadah yang benar, manusia hidup dengan hawa nafsunya dan tidak punya tujuan yang jelas. Jika sudah tak punya tujuan, apa bedanya manusia dengan hewan yang hanya mengandalkan nafsunya saja?

Foto: pixabay

BinaQolam

Related post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *