Sambil Jalani 2 Peran Penting, Dessy Lulus S3 dengan IPK 4,00. Luar Biasa!
Dessy Harisanty, Wisudawan Terbaik S3 Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (dok. pribadi)
SURABAYA – BQ | Sempurna dan luar biasa! Menuntaskan S3 dengan IPK 4,00. Padahal bersamaan dengan itu harus memikul dua tanggung jawab penting. Dia adalah Dessy Harisanty, wisudawan terbaik Fakultas Ilmu Sosial dan Politik (FISIP) Unair.
Dessy adalah Kepala Program Studi D3 Perpustakaan Fakultas Vokasi (FV) Unair sekaligus koordinator Bidang Jurnal dan Konferensi Lembaga Inovasi, Pengembangan Jurnal, Penerbitan, dan Hak Kekayaan Intelektual (LIPJPHKI) Unair. Studi doktoralnya tuntas dalam waktu tiga tahun dengan IPK sempurna.
Dessy mengangkat soal perpustakaan dalam disertasinya. Selama ini ada anggapan di masyarakat bahwa perpustakaan merupakan hal konvensional dan hanya sebagai gudang buku. Pandangan itu, harus dihilangkan. Perpustakaan bisa beradaptasi seiring perkembangan teknologi yang pesat.
“Untuk itu, saya ingin merekonstruksi bagaimana peran perpustakaan dapat bertransformasi dan ramah dengan digitalisasi. Seharusnya, kesan-kesan kuno pada perpustakaan dapat hilang ditengah masyarakat,” papar Dessy dikutip Binaqolam dari laman Unair, Sabtu (13/7/2024).
Membagi Waktu untuk Tiga Peran
Perjalanan Dessy dalam menuntaskan studi tidaklah berjalan dengan mulus. Ia harus membagi waktu untuk mengerjakan tugas dari tiap peran yang ia jalani. Tentunya, tak mudah untuk dijalani seorang diri. Namun, ia telah bertekad menyelesaikan studi dengan tepat waktu.
“Mustahil kalau selama studi tidak mengalami kelelahan. Namun, yang perlu diingat, di tengah kesibukan bukan berarti mengesampingkan hal akademis. Hal itu menjadi tantangan tersendiri. Bagaimana kita dapat mengatur jadwal dengan baik, meskipun di tengah jadwal yang padat,” tuturnya.
Disertasi Harus Ada Progress Tiap Hari
Konsisten menjadi salah satu kunci suksesnya menuntaskan studi. Salah satunya, konsisten mengerjakan disertasi. Menurutnya, mengerjakan disertasi dengan konsisten dapat meringankan beban. Dan akan terasa enjoy dalam mengerjakannya.
“Yang saya lakukan, berproses setiap hari selama mengerjakan disertasi. Tak harus progres yang besar. Hal kecil terlebih dahulu. Misalnya, membaca 1-2 jurnal terkait untuk memperdalam penelitian. Lalu menuliskan 1-2 paragraf setiap harinya. Yang terpenting konsisten,” ujar Dessy.
Dia pun mengucapkan terima kasih kepada kepala prodi, para promotor, dan co-promotor yang telah mendukungnya dalam menuntaskan studi. “Jasa-jasa mereka tak akan pernah saya lupakan,” ungkapnya. hkm

