Rekayasa PLTA Produksi Hidrogen, Tim ITB Juara Futurest 2024
SURABAYA – BQ | Mahasiswa Institut Teknologi Bandung (ITB) meraih juara 1 dalam lomba lomba ide inovasi energi terbarukan (Renewable Energy Innovation Idea/REII) Futurest 2024. Event ini diselenggarakan oleh Society of Renewable Energy Institut Teknologi Sepuluh Nopember (SRE-ITS).
SRE-ITS merupakan organisasi student chapter yang mewadahi keilmuan energi terbarukan kepada mahasiswa ITS. Student chapter sendiri adalah bagian integral dari asosiasi ilmiah yang misinya memajukan ilmu pengetahuan sambil memperkenalkan mahasiswa pada dunia ilmiah dan profesional.
Adapun Tim ITB yang menjuarai REII Futurest 2024 yang digelar SRE-ITS beranggotakan Jonathan Bagus Wicaksono (Teknik Kimia 2020), Agustinus Yudhistira Wicaksono Setyanto (Teknik Tenaga Listrik 2020), dan Handrata Roy Josia (Teknik Tenaga Listrik 2020). Mereka tergabung dalam Tim Doa Ortu.
Futures 2024 sendiri merupakan acara tahunan yang diselenggarakan oleh SRE ITS, dengan salah satu sub-eventnya: Renewable Energy Innovation Idea (REII). Dalam kompetisi ini, peserta diminta mengajukan solusi dan inovasi terkait masalah energi terbarukan melalui karya tulis ilmiah.
Para peserta juga harus memberikan rencana rinci agar ide-ide tersebut dapat diwujudkan. Termasuk visualisasi output dalam bentuk video atau gambar prototipe.
Tahu ini, REII mengusung tema “Integrating Green Infrastructure and Renewable Energy for Environmental Resilience”. (Mengintegrasikan Infrastruktur Ramah Lingkungan dan Energi Terbarukan untuk Ketahanan Lingkungan).
PLTA dengan Produksi Hidrogen
Tim Doa Ortu ITB mengambil pendekatan integrasi pembangkit listrik tenaga air (PLTA) dengan produksi hidrogen sebagai energi terbarukan. Mereka mengintegrasikan pembuatan pabrik hidrogen dengan menggunakan energi yang dihasilkan oleh PLTA untuk proses elektrolisis.
Tim ITB menyadari bahwa saat ini produksi hidrogen masih memerlukan biaya tinggi dan cenderung tidak ramah lingkungan. Sehingga, solusi yang ingin dibawakan ini bertujuan menghasilkan hidrogen yang bersih dan lebih terjangkau. Dengan memanfaatkan energi terbarukan melalui PLTA yang tentunya diharapkan dapat lebih ramah lingkungan.
Pendekatan ini didasarkan pada kenyataan bahwa PLTA sering menghasilkan energi yang tidak terpakai. Energi ini kemudian dapat dimanfaatkan untuk proses elektrolisis. Menghasilkan hidrogen yang dapat digunakan untuk berbagai keperluan.
Dalam penulisan dan perancangan tersebut, tim Doa Ortu dibimbing soal perancangan oleh dosen Ir Hary Devianto ST MEng PhD IPM ASEAN Eng. Selain itu, mereka juga melakukan studi literatur, simulasi, dan desain berdasarkan parameter-parameter pada keadaan nyata untuk memastikan solusi tersebut dapat diimplementasikan.
Proses pengerjaan tentu tidak mudah, terutama dengan tekanan tugas akhir dan tanggung jawab akademis lainnya. Namun, ketekunan dan kerja keras membuahkan hasil yang memuaskan.
Jonathan Bagus mengatakan, “Kalau untuk tantangannya, karena kita ini tingkat empat jadi tidak bisa dipungkiri juga kalau kita ada pengerjaan tugas akhir. Selain itu, awalnya kita sempat khawatir apakah ide kita itu terlalu sederhana atau tidak. Tapi, kami akhirnya yakin kalau solusi yang kami bawakan ini memiliki nilai tambah yang nyata,” ungkap Bagus.
Presentasi Langsung di ITS
Setelah melalui tahap seleksi abstrak dan penulisan karya tulis penuh, tim Doa Restu berhasil masuk ke babak final. Tim kemudian mempresentasikan karya secara langsung di ITS. Mereka berharap agar hasil penelitian mereka dapat diimplementasikan lebih lanjut. Melalui kolaborasi dengan pihak-pihak terkait, termasuk BUMN ataupun BUMD yang bergerak dalam bidang energi.
Agustinus Yudhistira menekankan pentingnya memulai langkah pertama dalam lomba atau proyek apa pun. “Apa pun bidangnya, intinya mulai saja dulu, karena kalau misal tidak tekad, tidak akan jadi sebuah tindakan. Dan juga, terus berinovasi karena mahasiswa itu menurut aku mampu untuk menciptakan suatu inovasi,” ucap Yudhistira.
Keberhasilan tim Doa Restu diharapkan dapat menginspirasi sivitas akademika ITB lainnya untuk terus berinovasi dan mengeksplorasi potensi energi terbarukan di Indonesia. Berkontribusi dalam mencari solusi bagi tantangan energi di masa depan khususnya bagi Indonesia. hkm
Baca juga: Zaky, Si Anak Pedagang Plastik Peraih IPK 3,99 Teknik Metalurgi ITB

