Doktor UB Mengabdi Kembangkan Komik Fikih Kebangsaan
Focus Group Discussion (FGD) bertajuk “Workshop Content Creator Fikih Kebangsaan untuk Penguatan Moderasi Beragama” di Lantai 2 Gedung PCNU Kota Malang. (sumber: ub.ac.id)
SURABAYA – BQ | Meningkatkan moderasi beragama pada remaja melalui pengembangan komik fikih kebangsaan. Gagasan ini dipilih oleh dosen dan mahasiswa dalam Program Doktor Mengabdi Universitas Brawijaya (UB) 2024 yang diketuai Dr Mohamad Anas MPhil.
Upaya ini dimulai dengan kegiatan Focus Group Discussion (FGD) bertajuk “Workshop Content Creator Fikih Kebangsaan untuk Penguatan Moderasi Beragama”. Kegiatan dilakukan di Lantai 2 Gedung PCNU Kota Malang, Jumat, 26 Juli 2024.
“Komik saya rasa akan lebih efektif untuk mengenalkan nilai-nilai kebangsaan kepada remaja. Karena unsur visualnya pasti mereka sukai,” ujar Mohamad Anas dikutip dari laman UB, Ahad (28/7/2024).
Kalangan remaja dinilai lebih suka mencari pengetahuan dengan cara mengakses media informasi dalam bentuk gambar visual. Melalui komik, dikenalkan nilai-nilai luhur bagaimana perilaku dan praktik kehidupan keagamaan yang moderat. Utamanya menyangkut fikih.
Sebagai mitra strategis dalam program Doktor Mengabdi UB 2024, Lakpesdam NU Kota Malang terlibat intens dalam FGD. Mereka memberikan masukan-masukan terkait konten yang relevan untuk dikreasi dalam komik fikih kebangsaan.
“Hal ini sejalan dengan program kerja di Lakpesdam tentang kerukunan umat beragama. Pembuatan komik fikih kebangsaan ini dapat dimanfaatkan untuk mendorong moderasi beragama di Kota Malang,” kata Sekretris Lakspedam NU Kota Malang Abdur Rohim.
Content Creator UB Jadi Pemateri
Acara ini turut menggandeng Kurniawan, yakni content creator sekaligus pegiat Center for Character and Diversity Studies (CCDS) UB, sebagai pemateri. Kurniawan menjabarkan beberapa langkah dalam perancangan komik pendidikan. Yakni tahap pemilihan topik/tema yang berangkat dari permasalahan-permasalahan berkaitan dengan Fikih Kebangsaan.
Dilanjutkan, tahap pengembangan ide cerita dan tahapan terakhir berupa pembuatan skenario. Acara kemudian dilanjutkan dengan sesi diskusi antara pemateri dan peserta. Mereka bersama-sama menggodok konsep komik fikih Keagamaan yang akan dikembangkan.
Sekitar 50 orang peserta turut memberikan ide dan usul berkaitan dengan tema/topik apa saja yang penting dan relevan. Peserta yang merupakan para kader muda NU dan pengurus MWCNU se-Kota Malang ini mendukung gagasan komik fikih kebangsaan.
Gagasan memasyarakatkan nilai-nilai fikih kebangsaan kepada kalangan anak muda, khususnya siswa sekolah umum, sangat efektif. Mereka juga memunculkan ide terkait tokoh-tokoh. Agar anak muda lebih familiar dengan para tokoh agama dan nasional serta pemikiran-pemikirannya.
Nantinya, komik fikih kebangsaan akan berbentuk buku saku maupun buku digital ini. Diharapkan hal itu mampu mendekatkan nilai-nilai fikih serta mendorong moderasi beragama di kalangan remaja. Terutama pemahaman dan sikap yang menghormati perbedaan. hkm

