Skripsi Unik, Fisika Pencak Silat untuk Literasi Ilmiah Siswa
Mohammad Rofi saat memaparkan hasil penelitian skripsinya di hadapan para dosen penguji. (sumber: unesa.ac.id)
SURABAYA – BQ | Konsep Fisika dalam pencak silat diungkap Mochmmad Rofi, untuk meningkatkan literasi ilimiah siswa SMA. Mahasiswa S-1 Program Studi Pendidikan Fisika Unesa ini pun menuangkannya dalam sebuah skripsi unik. Judulnya “Penerapan Konsep Fisika dalam Teknik Bela Diri Pencak Silat untuk Meningkatkan Literasi Ilmiah Peserta Didik SMA.”
Penelitian itu menarik perhatian tiga dosen penguji: Prof Nadi Suprapto SPd MPd Ph D (ketua sidang), Utama Alan Deta SPd MSi, dan Dra Suliyanah MSi. Materinya dinilai unik. Belum pernah ada sebelumnya.
Di depan penguji, Rofi memaparkan beberapa konsep fisika dalam teknik pencak silat. Di antaranya instrumentasi pengukuran, kinematika, dinamika, dinamika rotasi, kecepatan sudut relatif, momentum impuls, momen gaya, dan kesetimbangan.
Saat Kuda-Kuda, Semua Gaya Bernilai Nol
Misalnya dalam teknik kuda-kuda, terdapat konsep kesetimbangan. Semua gaya bernilai 0. Sedangkan pada posisi menendang, konsep kesetimbangan tidak hanya gaya yang bernilai nol. Namun juga momen gaya yang bernilai nol.
Pada pukulan, konsep yang dianalisis adalah mengenai dinamika, ketika gaya pada kaki berpengaruh pada gaya yang dihasilkan pada kepalan tangan.
“Saat diajarkan ke peserta didik, pembelajaran itu berpengaruh dalam peningkatan kemampuan literasi ilmiah peserta didik SMA,” terang Rofi, usai sidang.
“Penelitian ini menggunakan mixed-method design ini yang dilakukan dengan teknik wawancara, dokumentasi, dan observasi,” imbuhnya dilansir dari laman Unesa, Jumat (26/7/2024).
Informan yang terlibat dalam skripsi itu salah satu seorang guru Fisika yang mengajar di madrasah bertaraf internasional, dosen fisika, serta dosen IPA sekaligus mantan pesilat. Ternyata, pencak silat dapat digunakan sebagai sarana dalam pembelajaran fisika.
Rofi berharap, penelitiannya bermanfaat, agar pembaca menggunakan nalar saat melihat suatu fenomena. “Saya bersyukur karena telah menyelesaikan skripsi dengan lancar,” ujarnya.
Dia pun mengucapkan terima kasih kepada kedua orang tua, dosen, narasumber, saudara, teman, murid dan semua orang yang telah banyak membantu. Para penguji memberikan apresiasi terhadap penelitian Mochamad Rofi karena penelitian tersebut tergolong unik dan baru pertama kali digunakan dalam skripsi. hkm
Baca juga: Hafal Alquran 30 Juz, Arema Ini Lulus S1 UMM Tanpa Skripsi!

