Hafal Alquran 30 Juz, Arema Ini Lulus S1 UMM Tanpa Skripsi!
Dzikru Izzudin lulus S1 UMM tanpa skripsi, melalui hafalan Alquran. (sumber: UMM)
SURABAYA – BQ | Dzikru Izzuddin, wisudawan Fakultas Agama Islam (FAI) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) ini lulus tanpa skripsi melalui hafalan Alquran. Arek Malang (Arema) asli Kota Malang ini juga sering menjuarai berbagai ajang musabaqah hifdzil quran (MHQ).
Setelah lulus dari pondok pesantren, Dzikru mengaku mempunyai bekal hafalan 30 Juz Alquran. Untuk menjaga amalannya, ia mengikuti Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) UMM. “Agar ada teman dan ustaz untuk me-murojaah hafalan,” ujarnya dilansir dari laman UMM, Jumat (26/7/2024).
Murojaah adalah menjaga hafalan Alquran dengan terus-menerus mengulangnya. Tujuannya , meraih mutqin (kuat) dalam bacaan, hafalan, pemahaman, dan pengamalan.
Saat masih mahasiswa baru, Dzikru tidak pernah terpintas bisa mengikuti perlombaan tingkat nasional. Menurutnya, ia tidak bisa melawan rasa minder saat melihat teman yang lebih hebat darinya. Namun, motivasi dari ustaz pembimbingnya membuatnya memberanikan diri.
“Salah satu lomba MHQ tingkat nasional yang saya ikuti berlokasi di Universitas Muhammadiyah Riau. Yakni agenda Pekan Olahraga dan Seni (Porseni). Saat itu, saya dan tim berkompetisi dengan berbagai kampus besar lainnya. Alhamdulillah kami berhasil juara,” katanya.
Dzikru mengatakan bahwa setiap ikut perlombaan MHQ, ia juga selalu mempelajari tafsir yang ada. Ditambah dengan memperdalam ilmu dari beberapa kitab untuk menambah pengetahuan ketika menjawab pertanyaan.
Menariknya, dari berbagai prestasi yang dicapai, Dzikru berkesempatan mengonversi mata kuliah. Selain itu juga karena sukses menghafal 30 juz Alquran. Ia juga bisa masuk ke program Merdeka Belajar dengan hafalan minimal 5 juz dan membuatnya bebas skripsi.
“Saya menyetorkan hafalan sebanyak 5 Juz dari depan ke FAI secara langsung dan satu kali duduk. Selain itu juga memerlukan bukti beberapa sertifikat penghargaan yang saya miliki agar syaratnya terpenuhi,” katanya.
Baca juga: Jovan, Santri Jago Bahasa Arab dan Spanyol, Lolos Akpol
Dapat Biaya Pendidikan sampai Lulus
Tidak hanya itu, dengan kemampuan yang dimilikinya, ia juga berhasil mendapatkan biaya pendidikan dari salah satu masjid di kota Malang dari semester 1 hingga 7. Namun saat di akhir semester 7 biaya pendidikan tersebut terputus karena berbagai hal.
“Alhamdulillah selalu ada jalan keluar di setiap masalah. Ternyata pihak FAI UMM langsung mengambil alih seluruh biaya pendidikan saya,hingga saya dapat menjadi sarjana,” katanya.
Terakhir, ia mengatakan bahwa ia adalah orang yang sangat beruntung karena dapat berkuliah secara gratis dengan modal menghafal Alquran. “Saya sangat bersyukur karena UMM adalah kampus yang sangat mewadahi mahasiswanya untuk bisa menggapai prestasi tanpa perlu mengeluarkan banyak biaya. Bahkan kita yang seringkali dibiayai,” katanya. hkm
Baca juga: Pemburu Beasiswa Sepak Bola UMY dari Jakarta hingga Aceh

