Akbar, Sang Diplomat Santri dari UINSA Surabaya

 Akbar, Sang Diplomat Santri dari UINSA Surabaya

Muhammad Juliansyah Akbar terpilih sebagai Chief of Digital Marketing Officer sekaligus Master of Ceremony (MC) SDGs Conference yang diselenggarakan oleh International Golden Youth Empowerment (IGYE) Summit di Ankara, Turki. (sumber: uinsa.ac.id)

SURABAYA – BQ | Muhammad Juliansyah Akbar, mahasiswa Hubungan Internasional, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP), Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya (UINSA) layak digelari diplomat santri. Baru semester dua, dia sudah beberapa kali menjadi duta santri di luar negeri.

Yang terbaru,  Akbar, panggilannya, terpilih sebagai panitia inti dan Master of Ceremony (MC) konferensi SDGs yang diselenggarakan oleh International Golden Youth Empowerment (IGYE) Summit di Ankara, Turki.

Ini merupakan prestasi kedua Akbar berkaitan dengan Turki. Sebelumnya setahun lalu, mahasiswa handsome itu juga berpartisipasi sebagai delegasi yang didanai penuh dalam program internasional di Negeri Transkontinental tersebut.

Kali ini, dalam perhelatan yang digelar IGYE, sebuah organisasi non-pemerintahan di Turki, Akbar dipercaya mengemban tanggung jawab sebagai Chief of Digital Marketing Officer. Sebuah tanggung jawab yang tidak main-main, apalagi di kancah global.

Peran Akbar mencakup kampanye dan penyebarluasan informasi terkait program internasional yang diselenggarakan oleh IGYE.

Bakal Jelajah 4 Kota Besar di Turki

Program tersebut tidak hanya terbatas pada konferensi. Tetapi juga meliputi berbagai kegiatan seperti safari dan studi yang diselenggarakan di empat kota besar Turki. Antara lain, Istanbul, Ankara, Bursa, dan Pamukkale.  Akbar  turut berpartisipasi dalam serangkaian kegiatan penting di kota-kota itu.

Kegiatan penting dimaksud antara lain Country and Cultural Explorations (eksplorasi negara dan budaya), Campus Visitation (kunjungan kampus), dan Islamic Historical Exploration (eksplorasi sejarah Islam).

Tentu saja, kesempatan itu merupakan pengalaman sangat berharga bagi Akbar. Dia bisa belajar banyak tentang diplomasi, manajemen acara internasional, dan memperluas jaringan global.

 “Kami bangga dengan pencapaian Akbar. Ini membuktikan bahwa mahasiswa kami memiliki kompetensi yang diakui secara internasional. Pengalaman seperti ini akan sangat berharga bagi karir mereka ke depan, khususnya di bidang hubungan internasional,” tutur Wakil Dekan II FISIP UINSA Dr Aniek Noerhayati MSi dikutip dari laman UINSA Surabaya, Selasa (16/7/2024).

Keberhasilan Akbar ini diharapkan dapat menginspirasi mahasiswa lain untuk aktif mencari peluang berkiprah di luar kampus dan mengembangkan diri di tingkat internasional. Prestasi ini juga semakin mengukuhkan posisi FISIP UINSA sebagai lembaga pendidikan yang mampu menghasilkan mahasiswa berkualitas dan berdaya saing global.

Sekilas tentang Turki

Terlepas dari prestasi Akbar tersebut, Turki memang negara yang saat ini menjadi destinasi studi – dengan adanya Universitas Al Azhar di Kairo – maupun distinasi wisata bagi warga Indonesia. Jumlah  wisatawan Indonesia yang berkunjung ke negara The Sick Man of Europe ini mencapai 50 juta menurut data tahun 2022.

Pemandangan dan wisata religi menjadi salah satu alasan utama orang Indonesia senang berlibur ke Turki.  Pasalnya, Turki adalah satu-satunya negara di Eropa yang mayoritas masyarakatnya menganut agama Islam.

Hal itu membuat warga Indonesia yang mayoritas muslim merasa nyaman, terutama dengan kehalalan kulinernya. Selain itu Turki dikenal memiliki pemandangan alam yang menakjubkan, sejarah, dan budaya beragam.

Muhammad Juliansyah Akbar di depan KBRI di Singapura saat terpilih mengikuti SMI youth exchange pada awal tahun ini. (sumber: uinsa.ac.id)

Akbar Juga Terpilih dalam SMI Youth ExChange

Kembali ke Akbar, prestasinya di tingkat internasional bukan hanya berkaitan dengan kegiatan negara Turki. Sebelumnya pada awal tahun ini, Akbar juga lolos seleksi program Semangat Muda Indonesia (SMI) youth exchange (pertukaran pelajar).

Program tersebut dirancang untuk memberikan kesempatan bagi pemuda Indonesia dlam mendapatkan pembelajaran lintas budaya, pendidikan, dan pemahaman sosial di berbagai negara. Dengan misi menumbuhkan wawasan global di kalangan warga negara Indonesia.

Agenda utama SMI youth exchange meliputi kunjungan ke Kedutaan Besar dan Sekolah Indonesia di Luar Negeri (SILN), tur ke universitas-universitas internasional, kegiatan sosial, sesi pembelajaran budaya, dan menjelajahi negara lain.

Selama youth exchange ini, Akbar secara aktif terlibat dalam berbagai kegiatan, yang menunjukkan komitmennya terhadap pemahaman lintasbudaya dan pendidikan global. Agenda perjalanannya termasuk kunjungan ke Kedutaan Besar Indonesia di Singapura dan Malaysia, untuk berdiskusi dengan Atase Pendidikan dan Kebudayaan.

Ia juga mengambil bagian dalam kegiatan mengajar di sanggar bimbingan belajar yang dimiliki oleh Sekolah Indonesia Kuala Lumpur. Program pertukaran pemuda ini juga memfasilitasi kunjungan ke universitas-universitas terkemuka di Malaysia, termasuk International Islamic University Malaysia (IIUM), Universitas Kuala Lumpur, dan Universiti Malaya. hkm

BinaQolam

Related post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *