Puasa Asyura Dilaksanakan pada 2024

 Puasa Asyura Dilaksanakan pada 2024

Surabaya-Bina Qolam | Kapankah puasa Asyura dilaksanakan pada 2024 ini? Karena ada perbedaan antara Nahdhatul Ulama (NU) dengan Muhammadiyah dalam menetapkan 1 Muharram 1446 H.

Muhammadiyah menetapkan 1 Muharram pada 7 Juli 2024. Sedangkan NU mengambil sikap berbeda yakni 8 Juli 2024 adalah 1 Muharram 1446 H.

Maka muncul pertanyaan tanggal berapakah puasa Asyura pada 2024 ini? Puasa Asyura adalah puasa yang diamalkan pada hari ke-10 di bulan Muharram.

Kapankah puasa Asyura dilaksanakan pada 2024?

Jika mengacu Muhammadiyah, maka puasa Asyura dilaksanakan pada 2024 ini jatuh pada 16 Juli 2024.

Bila mengikuti perhitungan NU, maka puasa Asyura 2024 insya Allah pada 17 Juli 2024. Publik bisa memilih mana yang lebih sesuai hati nurani masing-masing tanpa mencela saudara muslim yang berbeda pilihan.

Karena, persatuan umat Islam adalah sesuatu yang wajib. Jangan sampai perbedaan amalan sunnah justru merusak amalan yang wajib. Untuk perkara yang sunnah, maka umat boleh berbeda selama ada dasar keilmuan yang shahih.

Puasa Asyura dilaksanakan pada 2024 tanggal berapa?

Jika puasa Asyura dilaksanakan pada 2024 ada yang 16 Juli atau 17 Juli, insya Allah akan ada pahalanya sendiri-sendiri. Maka, kita wajib menjaga keikhlasan dan menjaga persatuan umat sebagaimana perintah Allah.

“Dan berpeganglah kalian semua pada tali (agama) Allah, dan janganlah kalian bercerai-berai…” (QS. Ali Imran 103).

Lantas, apa keutaamaan mengamalkan puasa Asyura? Nabi Muhammad saw mengabarkan bahwa ketika pertama kali tiba di Madinah, beliau mendapati suasana spiritual orang Yahudi di Madinah.

Lantas Nabi Muhammad bertanya kepada orang-orang Yahudi. “Hari apakah yang kalian berpuasa itu?”

Mereka menjawab, “Hari Asyura adalah hari ketika Musa dan Bani Israil diselamatkan Allah dari kejaran Firaun dan menenggelamkannya.”

Nabi pun mengatakan kepada para sahabat nabi, “Aku lebih dekat (lebih utama) terhadap Musa daripada mereka.” Dan Nabi saw mengajak kaum muslimin berpuasa di hari Asyura.

Baca juga: Hijrah Tidak Sempurna Tanpa Konsep Mahjar Yang Benar

Ini Keutamaan Puasa Asyura

Nabi menjelaskan, “Puasa Asyura, sungguh aku berharap Allah mengampuni dosa-dosa pada setahun yang lalu.” (HR. Muslim).

Selain puasa Asyura, Nabi saw juga menganjurkan puasa Tasua. Yakni pada hari ke-9 di Bulan Muharram. Jika ada kemampuan dan tidak ada halangan, mari kita amalkan amalan puasa sunnah Tasua dan Asyura tahun ini.

Semangat Untuk Mohon Ampunan Allah

Semoga Allah menghapus dosa-dosa setahun yang lalu dan dosa-dosa setahun yang akan datang dengan disertai sikap tobat atas perbuatan buruk kita.

Jika puasa sunnah diharapkan nantinya Allah mengampuni dosa-dosa kecil maka kita pun wajib terus bertobat terhadap dosa-dosa besar sehingga nantinya menghadap Allah dengan qalbun salim.(oki)

Baca juga: Makna Hijrah, Hikmah dan Sejarahnya

Foto: pixabay

BinaQolam

Related post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *